Kabar Terbaru dari kami: Pulihkan Trauma dengan Brainspotting

Pernahkah kamu merasa ada luka lama yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, namun rasanya sangat nyata di tubuh? Bisa jadi itu adalah trauma. Banyak orang mengira trauma itu tentang kejadian besar yang mengerikan. Padahal, trauma sebenarnya bukan sekadar tentang “peristiwanya”, melainkan tentang bagaimana sistem saraf kita merespons kejadian tersebut.
Secara sederhana, trauma adalah kondisi di mana beban emosional dari masa lalu melampaui kemampuan kita untuk mengelolanya. Ketika kita mengalami sesuatu yang terlalu berat, otak bagian logika kita terkadang “mati suri”, sementara otak bagian emosi dan insting bertahan hidup merekam semuanya dengan sangat tajam.
Di Psikologi Empathy, kami percaya bahwa pemulihan dari trauma memerlukan pendekatan yang tidak hanya menyentuh pikiran, tetapi juga sistem saraf dan tubuh. Sebagai bentuk komitmen kami untuk memberikan layanan kesehatan mental terbaik, dua psikolog kami yaitu Artani Hapsari dan Qurrota Ayuni Fitriana, baru saja memperdalam keahlian dalam metode terapi mutakhir bernama Brainspotting. Kini, kami memiliki dua psikolog yang telah resmi menjadi praktisi Brainspotting.
Mengapa Brainspotting?
Mungkin kamu bertanya-tanya, “Apa sih bedanya dengan curhat atau konseling biasa?”
Brainspotting (BSP) adalah metode terapi berbasis neurobiologis yang dikembangkan oleh Dr. David Grand. Berbeda dengan terapi bicara konvensional, Brainspotting bekerja dengan prinsip bahwa “Di mana Anda melihat, menentukan bagaimana perasaan Anda” (Where you look affects how you feel).
Melalui titik pandang mata tertentu (yang disebut brainspot), terapis dapat membantu klien mengakses area di otak subkortikal yang menyimpan memori traumatis dan rasa sakit emosional yang seringkali sulit dijangkau oleh logika atau kata-kata. Seringkali, trauma tersimpan di bagian otak yang tidak terjangkau oleh logika atau kata-kata. Dengan bantuan praktisi kami, kamu akan diajak menemukan titik pandang tertentu (brainspot) yang terhubung langsung dengan sumber luka di sistem saraf. Hasilnya? Pemrosesan emosi jadi lebih efektif tanpa harus bolak-balik menceritakan detail kejadian yang menyakitkan secara berulang.
Metode ini sangat efektif karena bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Beberapa manfaat utama dari pendekatan Brainspotting meliputi:
- Pemrosesan Trauma yang Mendalam: Mengatasi akar masalah emosional hingga ke level fisik dan saraf.
- Fleksibilitas: Dapat digunakan untuk kecemasan, depresi, PTSD, hingga peningkatan performa diri.
- Minim Retraumatisasi: Klien tidak selalu harus menceritakan detail kejadian trauma secara berulang untuk mendapatkan kesembuhan.
Kami memahami bahwa setiap perjalanan luka memiliki ceritanya sendiri. Dengan pendekatan Brainspotting, kami siap untuk memberikan ruang aman bagi siapa pun yang ingin bebas dari trauma, kecemasan, hingga hambatan performa diri. Mari kita mulai langkah kecil menuju hidup yang lebih bermakna.
Ingin mencoba sesi Brainspotting? Silakan hubungi admin kami atau klik tombol reservasi di website ini untuk menjadwalkan sesi konsultasimu.